Jumat, 15 Agustus 2014

Istrimu ini Hanya Ibu Rumah Tangga

Hari ini (15/8/2014) dapat postingan di group SMU "Anda SMADA Kita Saudara", tulisan ini dari teman bernama Jenny Maulani dan direpost oleh Dwita Damayanti, berikut tulisannya, semoga bisa menjadi renungan untuk kita semua


~ *Renungan Jumat**

Istrimu Ini Hanya Ibu Rumah Tangga



Sahabat...
Bukankah setiap istri adalah seorang ibu rumah tangga?
Ibu rumah tangga, ialah ia yang membersihkan tangga yang akan kamu lalui setiap harinya, menuntun kamu dan anak-anakmu untuk melewati setiap anak tangga, ia yang hanya  tersenyum paling bahagia saat kamu dan anak-anakmu mencapai tangga paling puncak, ia yang akan selalu siap menyambutmu ketika kamu jatuh terguling ke anak tangga paling bawah, ia Ibu Rumah Tangga
Jika istrimu  seorang ibu rumah tangga, kamu harus tahu bahwa bukan hal yang mudah baginya untuk melepas segala pencapaian yang telah dimilikinya. 
Akan ada saat dimana orang-orang di sekitarnya menyayangkan keputusannya, Kedua orang tua yang merasa sia-sia telah memberikannya pendidikan yang tinggi, Orang-orang terdekat yang terlanjur memiliki ekspektasi tinggi untuknya.
Hai lelaki yang telah membuat seorang wanita ber ”masa depan” cerah melepas karir dunianya hanya untuk merawat dan melayani kebutuhanmu dan anak-anakmu.
Maukah kamu menutup telinga dari segala perkataan tak menyenangkan orang-orang.
Maukah kamu melapangkan dadamu untuk ia bersandar.
Maukah kamu merendahkan bahumu untuk ia meletakkan kepala.
Maukah kamu merentangkan kedua tangan untuk memeluk ia, yang lusuh dan lelah mengurus segala keperluanmu yang terlihat sepele??
Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, menunggumu di rumah dengan rasa bosan yang sesekali muncul, rasa rindu pada dunia karir yang cemerlang, merasa terpanggil menyajikan bahan presentasi dan dikagumi orang-orang, maukah kamu.
Menemaninya dengan perhatian yang cukup membuat ia tersenyum simpul setiap pagi. Menghargai setiap tindakannya dengan ucapan terima kasih yang tulus. Memberikan senyum termanis dan tawa yang membuatnya lupa bahwa ia selalu terkurung di rumah. Menemaninya melihat dunia yang tidak pernah sempat ia lakukan?
Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, mungkin ia tak kan punya cukup waktu untuk melihat perkembangan dunia luar, tidak akan punya cukup waktu untuk menjadi modis seperti teman-temanmu diluar sana, tapi pernahkah kamu tahu?
Ibu rumah tangga, ialah ia yang menjatuhkan dirinya agar kamu terlihat lebih tinggi.
Ia yang menekan egonya demi menghargai kamu sebagai kepalanya.
Ia yang berpura-pura bodoh agar kamu tampak hebat.
Ia yang mencemaskan kamu selagi kamu pulang telat karna bersenang-senang bersama kawan-kawan kerjamu.
Ia yang akan selalu mendengarkan setiap keluh kesahmu.
Ia yang rela menjadi pelampiasan emosimu agar emosimu tetap terkontrol pada orang lain.
Ia yang rela membiarkan dirinya dipandang sebelah mata namun meradang saat kamu disepelekan.
Dear lelaki, menjadi ibu rumah tangga tidak pernah mudah. Bukankah lebih mudah membayar gaji seorang baby sister dan seorang asisten rumah tangga untuk mengurusi segalanya?? Tapi bukankah lebih membahagiakan jika kita bisa berkasih sayang dengan cara yang menurut banyak orang tidak mudah? Cukup temani saja ia, ajarkan saja ia untuk menjadi tempatmu kembali, beri tahu ia bagaimana caranya membuatmu nyaman, bimbing ia untuk melengkapimu dunia akhirat..

#jadilah lelaki sejati

12 Purnama

Tulisan ini saya tulis 3 tahun yang lalu, tujuannya adalah untuk memperingati hari pernikahan kami dan sebagai tulisan ini saya kirimkan secara pribadi ke account email istri saya, namun karena dipublish oleh istri, maka saya publish ulang di blog, blog yang rencananya sebagai catatan kami selama ini untuk pengingat di masa akan datang.

semoga selalu istiqomah. aamiin


Dua Belas Purnama



Bismillahirrahmaanirrahiim

Planing itu ber-codename 'Agenda 100'
Sebelumnya, telah ada keinginan untuk bisa segera membentangkan layar pada usia 26 tahun, wallahu a'lam, apa motivasinya, tapi demikianlah planningnya yang ana beri codename 'Agenda 100'. Planning ini sudah tertulis pada usia 22 tahun, mulai terpetakan/tertulis setelah datangnya surat dari kampus Brawijaya yang berisi Index Prestasi Semester 1,42 alias NASAKOM.
Di usia 26 tahun atau tepat pada tahun 2007, adalah baru setahun ana menjalani kuliah di Universitas Mercubuana dan tentu rencana Agenda itu menjadi bukan terprogram lagi, tapi malah amburadul. selain tidak ada biaya tapi juga karena sibuk menuntut ilmu dan tidak ada calon sama sekali.
Namun di tahun itu, ana banyak berinteraksi dengan ustad nasional maupun daerah, banyak pula membaca sirah, dari sini mengenal Uwais Al Qarni ra, Rubiah, Imam An Nawawi dll. Selain ana kuliah di Mercubuana, ana juga aktif di PSI Almanar sabtu-ahadnya, kemudian, senin-rabu dan jumat malam kuliah di Al Hikmah Bangka. Tahun ini juga ana sebut sebagai tahun Treadstone 26 atau codename-nya 'Agenda 75', sedangkan 'Agenda 50' adalah mendapat pekerjaan, yaitu kerja di WIKA.

Di tahun-tahun ini, ana sangat aktif menjadi konsultan alias tempat curhat, mulai dari soal harakiah, cinta bahkan sampe persoalan menikah dan perceraian. Hikmahnya adalah, secara tidak tersadar, dalam pikiran ana terpetakan apa keinginan ana dalam hidup ini, meskipun sebenarnya sudah ada gambaran sejak di usia 22 thn itu.
Tahun-tahun ini (2007-2008) adalah tahun yang sangat berat, fitnah bertaburan, masalah berhamburan. Di Kala inilah mulai terpikir untuk kembali memikirkan Agenda 100. Dan ana menamakan codenamenya 'Upgrade to Blackbriar', agendanya adalah, menyelesaikan kuliah S1,mencari pekerjaan yang berpendapatan lebih dan memulai untuk maju taaruf. dalam proses pencarian ini banyak sekali hikmah yang ana terima, khususnya setelah mendapat tausiyah dari Murabbi' SMU dulu.
Pendidikan keikhlasan-sabar-istiqomah, tujuan akhirat khususnya bekal pertanggungjawaban hari pengadilan nanti, pembinaan Rabbani dan Bi'ah Syahsiyah Islamiyyah fil usrati dengan bermodal hadist "Jika Anak Adam meninggal, maka terputuslah semua pahala, kecuali 3 hal, yaitu, Amal Jariyah, Anak Sholeh yang mendoakan orang tuanya, dan Ilmu yang bermanfaat' kemudian bermodal dari kengerian keadaan pengadilan akhirat kelak, semua akan menjadi saksi bahkan bisa menuntut kita atas semua apa yang kita lakukan. apa yang menjadi dekat dengan kita, apa yang menjadi
milik kita, nanti akan menuntut balik ke kita bila kita tidak amanah, anakpun bisa menuntut dan menjatuhkan kita ke neraka karena tidak bisa amanah mendidik anak dst. dari sinilah yang terpatri adalah untuk membangun keluarga yang
menjadi faktor utama adalah keilmuan yang diamalkan dan bi'atul hasanah (lingkungan yang baik), dan dari nasehat Rasulullah saw untuk tahap awal untuk membangun keluarga adalah carilah calon ibu anak2mu yang sholihah.

Insya Allah nasehat ini terpatri kuat. Meskipun banyak tawaran bahkan ada akhwat yang menawarkan diri dan dengan PeDe-nya mengucapkan 'Mas kalau menikahi aku, nanti gak akan malu kalau kondangan', namun hati tetap tidak sreg dan tenang, karena bukan itu yang ana cari, wallahu'alam hati selalu berontak.. Sakinah itu berasal dari kata 'Sakana - Yaskunu' yang artinya tenang.

Hingga akhirnya ketemulah hani, wallahu a'lam....saat dikasih informasi oleh Mba Fitri, gak tahu kenapa, hati malah tidak tenang kalau tidak segera menulis surat untuk mengajak taaruf...perasaan ini serupa dengan waktu proses masuk ke SMU N 2 dulu, tidak tenang kalau tidak segera menyerahkan dokumen pendaftaran, meskipun belum tahu diterima atau tidak, tapi setelah menyerahkan dokumen pendaftaran, hati tenang saja..begitu pula ketika mengirimkan surat mengajukan taaruf ke hani, hati langsung plong, walo belum tentu diterima...wajahnya aja belum tahu :)
padahal informasi dari mba Fitri hanya berupa 'aisyah moura itu baik orangnya, insya Allah sholehah'...hanya itu.

Pernikahan ini adalah 'Agenda 100' dan membina rumah tangga ini codename nya adalah 'du Chevalier Siege 47 (Markas Ksatria 47)' dalam bahasa Arab dinamai 'Darul Arqam'

12 Purnama
Pada tgl 4 Juli 2010, tepat pukul 06.37 WITA atau 5.37 WIB adalah saat layar terbentang, 'mistaqon ghalidho', sebenarnya saat itu, hati masih belum percaya, bahwa saya telah menikah, 12 jam sebelumnya, dihujani pertanyaan oleh ibu dan berujung dengan mengingatkan nasehat-nasehat di atas.

12 purnama kita telah meninggalkan benua untuk mengarungi samudra, samudra yang luas terbentang tak terlihat ujungnya. hingga kapan dan di mana tepinya pun tidak tahu. tetapi setidaknya kita telah mendekat sejauh 12 purnama ke tujuan kita. entahlah sampai purnama keberapa kita akan sampai, itu tidaklah penting, namun yang terpenting adalah bekal apa yang kita bawa selama mengarungi samudra ini, dan apakah bekal ini akan diterima oleh Pemilik Ujung Samudra ini? semakin sedikit bekal yang kita bawa, kemungkinan diterimanya bekal kita akan jauh lebih sedikit, oleh karena itu, kita harus berlomba-lomba dan berpacu untuk memperbanyak bekal, kita harus antisipasi terhadap bekal-bekal yang ditolak.

Hani, sejak awal kita belum pernah kenal sama sekali apalagi memahami pribadi masing-masing, di saat awal kita bersama dan mulai mengenal mungkin kita mengetahui abjad kepribadian kita baik, bisa jadi nanti kita akan ketemu abjad kepribadian kita yang kurang baik. Kembalilah kita untuk mengingat lagi nasehat Rasulullah saw, bila kita bertemu
dengan hal yang kita senangi, maka bersyukurlah namun bila kita ketemu dengan yang tidak kita senangi maka bersabarlah. dua pilihan yang senantiasa menguntungkan kita. :)
Hani, ana bukan orang yang sholeh dan berilmu, namun insya Allah senantiasa belajar ke arah sana, meskipun terseok-seok, dukunglah ana, kita harus menggapai pilar-pilar keluarga kita, Bi'atun Hasanah.
Tegurlah bila bermalas-malasan dalam menuntut ilmu, dalam beramal ibadah, dan bila khilaf.
Hani, ana bukanlah orang yang kaya, yang bisa memberikan semua yang hani inginkan. Yang bisa ana berikan adalah semangat menuntut ilmu, inilah harta yang ingin ana berikan kepada hani. dan apabila ana kendur dalam menuntut ilmu maka tegurlah dan nasehatilah... 'Utlubu al ilma faridhotun 'ala qulli muslim' Nasehatilah "Infiruu khifaafan wa tsiqoolan wa jaa hiduu bi amwaalikum wa anfusakum fi sabilillah, dzalikum khairun lakum inkuntum ta'lamuun"
Qs. At Taubah 41

Hani, tantangan kita selanjutnya adalah istidraj', ini adalah nasehat ulama', kita tidak menyadari bahwa ujian juga berupa keni'matan, janganlah kita terlupa hingga ni'mah berubah menjadi niqmah ...dan selalu khawatirkan lah kita tentang diri kita dan keluarga kita tentang hal ini, senantiasalah kita untuk mengenal tanda-tandanya :)
Hani, tegurlah dan ingatkanlah bila ana khilaf...janganlah kita nanti diyaumul hisab berbantah-bantahan dan saling menuntut serta saling menjatuhkan di hadapan Allah swt.... "Qulil haqqa wa lau kaana murran"
:)

semoga harapan kita dalam binaaun bi'atun hasanah wa tarbiyah syahsiyah islamiyah fi usrati dimudahkan oleh Allah swt..aamiin

Dia bernama Muhammad Salman Asy Syafi'i
Kita telah di samudra, dan tidak tahu sampai kapan dan di mana kita akan berlabuh, dan kita hanya bekerja untuk menuju pelabuhan itu, mengumpulkan bekal untuk sesampai di pelabuhan. Tugas kita adalah mengumpulkan bekal untuk dua hal, bekal selama dalam perjalanan dan bekal untuk nanti di pelabuhan dan kita tidak tahu, apakah kapal yang kita pakai ini mampu sampai pelabuhan itu? wallahu a'lam.
Namun kita janganlah khawatir, insya Allah, Allah telah memberikan 1 skoci dan mungkin bisa lebih dari satu untuk menyelamatkan bekal kita apabila kapal kita karam di tengah samudra.
namun, Allah tidaklah memberikan berupa skoci yang langsung bisa dipakai, kita harus menyusunnya, merawatnya hingga menjadi skoci yang mampu memuat bekal-bekal kita nanti. inilah amanah kita, janganlah amanah ini disia-siakan apalagi dihamburkan di tengah samudra. kita berharap skoci ini bisa menyelamatkan kita. Skoci ini bernama Muhammad Salman Asy Syafi'i.
Hani, hal yang mustahil apabila kita menginginkan sesuatu namun kita tidak berusaha membuatnya, dan hal yang mustahil kita bisa membuatnya apabila kita tidak mengetahui cara membuatnya... inilah hakekatnya kita senantiasa menuntut ilmu dan memberikan keteladanan Hani, berpayah-payahlah kita untuk mengetahui cara membuatnya, hingga kapal kita karam dan skoci siap membawakan bekal kita. Tak apalah kapal kita karam di tengah samudra, selama kita masih mempunyai skoci yang mampu.


"Jika anak Adam meninggal, maka terputuslah semua pahalanya, kecuali tiga hal, yaitu Amal Jariyah, Anak Sholeh yang mendoakan orang tuanya dan Ilmu yang bermanfaat" Muttafaqun ilaih

sekali lagi, dukunglah ana hani dan insya Allah ana mendukung hani dalam binaaun Darul Arqam :)
Mohon maaf atas khilaf selama ini, baik sengaja maupun tidak sengaja..semoga Allah senantiasa mengampuni dosa-dosa kita...dan semoga Allah meridhoi, merahmati dan memudahkan jalan kita ..aamiin

'Rabbana hablanaa min ajwa jinaawa durriyatina qurrota'ayuni waja'alnaa lil muttaqiinaa imaama' Qs. Al Furqan 74
'Rabbi habli minla dunka durriyatan thoyyibatan innaka samii'idduaa' Qs. Ali Imran 38

Wallahu a'lam bi showab

Abu Salman


4 Juli 2011 M. Pkl 00.46 WIB
2 Sya'ban 1432 H


"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang
telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan
untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku
dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." Qs. AnNaml 19

Minggu, 10 Agustus 2014

Tetangga

1. Habis hibernasi, bangun trus siram2 tanaman. Tidak lupa hatipun disirami.... Biar ikutan sejuuuuuuk :-D;
2. Bongkar2 rak buku teringat ada kitab judulnya Adabul Mufrad karya Imam Al Bukhari... Kitab kumpulan hadits-hadits Akhlak. 
3. Buka halaman secara random nemu tema tentang tetangga, ada sekitar 28 hadits. Mulai dari wasiat berbuat baik kepada tetangga hingga tetangga Yahudi. 
4. Ada yang menarik dari 28 hadits tersebut yakni hadits yg ke 116 berbunyi
"Di antara kebahagiaan seorang Muslim adalah tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik serta kendaraan yang tenang" HR. Bukhari 
5. Wuih, berarti mempunyai rumah yg luas dan punya kendaraan adalah sunnah dan juga fitrah manusia apalagi tempat tinggal yang punya tetangga yang baik 
6. Heheheh jadi teringat dan malu, alhamdulillah saya punya tetangga baik2 di nuansa asri ini, khususnya kanan kiri depan dan belakang saya, gak sekali mereka memberikan sesuatu ke keluarga saya, apalagi di ramadhan ini. Tau saya jomblo dadakan eh ada yg nganter sahur dan buka. :D ;..... Terima kasih terima kasih, maaf saya belum memberikan balasan yang lebih, semoga kebaikan kalian semua dibalas oleh Allah swt. 
7. Sayapun jd berpikir jangan2 saya yg belum masuk kategori tetangga yang baik buat kalian. Mohon maaf bila ada salah pada saya dan keluarga saya. Mohon bimbingannya supaya menjadi bagian tetangga yg baik. 
8. Terus terang saya sangat bersyukur tinggal dan menetap di nuansa asri, gak menyangka membeli rumah yg menurut saya mahal meskipun bila dibandingkan dg perumahan lain lebih murah, namun ada kenikmatan lain yg justru tidak mudah dibeli dengan uang apalagi uang sebesar harga rumah. 
9. Kenikmatan itu adalah saya berada pada perumahan yg orangnya baik2. Saya sungguh bersyukur. Semoga kenikmatan ini jg dirasakan oleh warga sini semua. 
10. Dan semoga akan selalu menjadi kenikmatan yg abadi hingga yaumul akhir. 
11. Dan semoga saya juga bisa dan senantiasa bisa menjadi tetangga yang baik buat warga sini. Mohon bimbingannya. Aaamiin
12. [end]  masih ada 27 hadist lain semoga bisa jd khazanah kita utk memperbaiki akhlak dalam berkedudukan bertetangga. 
13.......... #kembali hibernasi