Tulisan ini saya tulis 3 tahun yang lalu, tujuannya adalah untuk memperingati hari pernikahan kami dan sebagai tulisan ini saya kirimkan secara pribadi ke account email istri saya, namun karena dipublish oleh istri, maka saya publish ulang di blog, blog yang rencananya sebagai catatan kami selama ini untuk pengingat di masa akan datang.
semoga selalu istiqomah. aamiin
Dua Belas Purnama
Bismillahirrahmaanirrahiim
Planing itu ber-codename 'Agenda 100'
Sebelumnya, telah ada keinginan untuk bisa segera membentangkan layar pada
usia 26 tahun, wallahu a'lam, apa motivasinya, tapi demikianlah planningnya
yang ana beri codename 'Agenda 100'. Planning ini sudah tertulis pada usia 22
tahun, mulai terpetakan/tertulis setelah datangnya surat dari kampus Brawijaya
yang berisi Index Prestasi Semester 1,42 alias NASAKOM.
Di usia 26 tahun atau tepat pada tahun 2007, adalah baru setahun ana
menjalani kuliah di Universitas Mercubuana dan tentu rencana Agenda itu menjadi
bukan terprogram lagi, tapi malah amburadul. selain tidak ada biaya tapi juga
karena sibuk menuntut ilmu dan tidak ada calon sama sekali.
Namun di tahun itu, ana banyak berinteraksi dengan ustad nasional maupun
daerah, banyak pula membaca sirah, dari sini mengenal Uwais Al Qarni ra,
Rubiah, Imam An Nawawi dll. Selain ana kuliah di Mercubuana, ana juga aktif di
PSI Almanar sabtu-ahadnya, kemudian, senin-rabu dan jumat malam kuliah di Al
Hikmah Bangka. Tahun ini juga ana sebut sebagai tahun Treadstone 26 atau codename-nya 'Agenda 75', sedangkan 'Agenda
50' adalah mendapat pekerjaan, yaitu kerja di WIKA.
Di tahun-tahun ini, ana sangat aktif menjadi konsultan alias tempat curhat,
mulai dari soal harakiah, cinta bahkan sampe persoalan menikah dan perceraian.
Hikmahnya adalah, secara tidak tersadar, dalam pikiran ana terpetakan apa
keinginan ana dalam hidup ini, meskipun sebenarnya sudah ada gambaran sejak di
usia 22 thn itu.
Tahun-tahun ini (2007-2008) adalah tahun yang sangat berat, fitnah
bertaburan, masalah berhamburan. Di Kala inilah mulai terpikir untuk kembali
memikirkan Agenda 100. Dan ana menamakan codenamenya 'Upgrade to Blackbriar',
agendanya adalah, menyelesaikan kuliah S1,mencari pekerjaan yang berpendapatan
lebih dan memulai untuk maju taaruf. dalam proses pencarian ini banyak sekali
hikmah yang ana terima, khususnya setelah mendapat tausiyah dari Murabbi' SMU
dulu.
Pendidikan keikhlasan-sabar-istiqomah, tujuan akhirat khususnya bekal
pertanggungjawaban hari pengadilan nanti, pembinaan Rabbani dan Bi'ah Syahsiyah
Islamiyyah fil usrati dengan bermodal hadist "Jika Anak Adam meninggal,
maka terputuslah semua pahala, kecuali 3 hal, yaitu, Amal Jariyah, Anak Sholeh
yang mendoakan orang tuanya, dan Ilmu yang bermanfaat' kemudian bermodal dari
kengerian keadaan pengadilan akhirat kelak, semua akan menjadi saksi bahkan
bisa menuntut kita atas semua apa yang kita lakukan. apa yang menjadi dekat dengan
kita, apa yang menjadi
milik kita, nanti akan menuntut balik ke kita bila kita tidak amanah,
anakpun bisa menuntut dan menjatuhkan kita ke neraka karena tidak bisa amanah
mendidik anak dst. dari sinilah yang terpatri adalah untuk membangun keluarga
yang
menjadi faktor utama adalah keilmuan yang diamalkan dan bi'atul hasanah
(lingkungan yang baik), dan dari nasehat Rasulullah saw untuk tahap awal untuk
membangun keluarga adalah carilah calon ibu anak2mu yang sholihah.
Insya Allah nasehat ini terpatri kuat. Meskipun banyak tawaran bahkan ada
akhwat yang menawarkan diri dan dengan PeDe-nya mengucapkan 'Mas kalau menikahi
aku, nanti gak akan malu kalau kondangan', namun hati tetap tidak sreg dan
tenang, karena bukan itu yang ana cari, wallahu'alam hati selalu berontak..
Sakinah itu berasal dari kata 'Sakana - Yaskunu' yang artinya tenang.
Hingga akhirnya ketemulah hani, wallahu a'lam....saat dikasih informasi oleh
Mba Fitri, gak tahu kenapa, hati malah tidak tenang kalau tidak segera menulis
surat untuk mengajak taaruf...perasaan ini serupa dengan waktu proses masuk ke
SMU N 2 dulu, tidak tenang kalau tidak segera menyerahkan dokumen pendaftaran,
meskipun belum tahu diterima atau tidak, tapi setelah menyerahkan dokumen
pendaftaran, hati tenang saja..begitu pula ketika mengirimkan surat mengajukan
taaruf ke hani, hati langsung plong, walo belum tentu diterima...wajahnya aja
belum tahu :)
padahal informasi dari mba Fitri hanya berupa 'aisyah moura itu baik
orangnya, insya Allah sholehah'...hanya itu.
Pernikahan ini adalah 'Agenda 100' dan membina rumah tangga ini codename nya
adalah 'du Chevalier Siege 47 (Markas Ksatria 47)' dalam bahasa Arab dinamai
'Darul Arqam'
12 Purnama
Pada tgl 4 Juli 2010, tepat pukul 06.37 WITA atau 5.37 WIB adalah saat layar
terbentang, 'mistaqon ghalidho', sebenarnya saat itu, hati masih belum percaya,
bahwa saya telah menikah, 12 jam sebelumnya, dihujani pertanyaan oleh ibu dan berujung dengan mengingatkan nasehat-nasehat di
atas.
12 purnama kita telah meninggalkan benua untuk mengarungi samudra, samudra
yang luas terbentang tak terlihat ujungnya. hingga kapan dan di mana tepinya
pun tidak tahu. tetapi setidaknya kita telah mendekat sejauh 12 purnama ke
tujuan kita. entahlah sampai purnama keberapa kita akan sampai, itu tidaklah
penting, namun yang terpenting adalah bekal apa yang kita bawa selama mengarungi samudra ini, dan apakah bekal ini
akan diterima oleh Pemilik Ujung Samudra ini? semakin sedikit bekal yang kita
bawa, kemungkinan diterimanya bekal kita akan jauh lebih sedikit, oleh karena
itu, kita harus berlomba-lomba dan berpacu untuk memperbanyak bekal, kita harus
antisipasi terhadap bekal-bekal yang ditolak.
Hani, sejak awal kita belum pernah kenal sama sekali apalagi memahami
pribadi masing-masing, di saat awal kita bersama dan mulai mengenal mungkin
kita mengetahui abjad kepribadian kita baik, bisa jadi nanti kita akan ketemu
abjad kepribadian kita yang kurang baik. Kembalilah kita untuk mengingat lagi
nasehat Rasulullah saw, bila kita bertemu
dengan hal yang kita senangi, maka bersyukurlah namun bila kita ketemu
dengan yang tidak kita senangi maka bersabarlah. dua pilihan yang senantiasa
menguntungkan kita. :)
Hani, ana bukan orang yang sholeh dan berilmu, namun insya Allah senantiasa
belajar ke arah sana, meskipun terseok-seok, dukunglah ana, kita harus
menggapai pilar-pilar keluarga kita, Bi'atun Hasanah.
Tegurlah bila bermalas-malasan dalam menuntut ilmu, dalam beramal ibadah,
dan bila khilaf.
Hani, ana bukanlah orang yang kaya, yang bisa memberikan semua yang hani inginkan.
Yang bisa ana berikan adalah semangat menuntut ilmu, inilah harta yang ingin
ana berikan kepada hani. dan apabila ana kendur dalam menuntut ilmu maka
tegurlah dan nasehatilah... 'Utlubu al ilma faridhotun 'ala qulli muslim'
Nasehatilah "Infiruu khifaafan wa tsiqoolan wa jaa hiduu bi amwaalikum wa
anfusakum fi sabilillah, dzalikum khairun lakum inkuntum ta'lamuun"
Qs. At Taubah 41
Hani, tantangan kita selanjutnya adalah istidraj', ini adalah nasehat
ulama', kita tidak menyadari bahwa ujian juga berupa keni'matan, janganlah kita
terlupa hingga ni'mah berubah menjadi niqmah ...dan selalu khawatirkan lah kita
tentang diri kita dan keluarga kita tentang hal ini, senantiasalah kita untuk
mengenal tanda-tandanya :)
Hani, tegurlah dan ingatkanlah bila ana khilaf...janganlah kita nanti
diyaumul hisab berbantah-bantahan dan saling menuntut serta saling menjatuhkan
di hadapan Allah swt.... "Qulil haqqa wa lau kaana murran"
:)
semoga harapan kita dalam binaaun bi'atun hasanah wa tarbiyah syahsiyah
islamiyah fi usrati dimudahkan oleh Allah swt..aamiin
Dia bernama Muhammad Salman Asy Syafi'i
Kita telah di samudra, dan tidak tahu sampai kapan dan di mana kita akan
berlabuh, dan kita hanya bekerja untuk menuju pelabuhan itu, mengumpulkan bekal
untuk sesampai di pelabuhan. Tugas kita adalah mengumpulkan bekal untuk dua
hal, bekal selama dalam perjalanan dan bekal untuk nanti di pelabuhan dan kita
tidak tahu, apakah kapal yang kita pakai ini mampu sampai pelabuhan itu?
wallahu a'lam.
Namun kita janganlah khawatir, insya Allah, Allah telah memberikan 1 skoci
dan mungkin bisa lebih dari satu untuk menyelamatkan bekal kita apabila kapal
kita karam di tengah samudra.
namun, Allah tidaklah memberikan berupa skoci yang langsung bisa dipakai,
kita harus menyusunnya, merawatnya hingga menjadi skoci yang mampu memuat
bekal-bekal kita nanti. inilah amanah kita, janganlah amanah ini disia-siakan
apalagi dihamburkan di tengah samudra. kita berharap skoci ini bisa
menyelamatkan kita. Skoci ini bernama Muhammad Salman Asy Syafi'i.
Hani, hal yang mustahil apabila kita menginginkan sesuatu namun kita tidak
berusaha membuatnya, dan hal yang mustahil kita bisa membuatnya apabila kita
tidak mengetahui cara membuatnya... inilah hakekatnya kita senantiasa menuntut
ilmu dan memberikan keteladanan Hani, berpayah-payahlah kita untuk mengetahui
cara membuatnya, hingga kapal kita karam dan skoci siap membawakan bekal kita. Tak apalah kapal kita
karam di tengah samudra, selama kita masih mempunyai skoci yang mampu.
"Jika anak Adam meninggal, maka terputuslah semua pahalanya, kecuali
tiga hal, yaitu Amal Jariyah, Anak Sholeh yang mendoakan orang tuanya dan Ilmu
yang bermanfaat" Muttafaqun ilaih
sekali lagi, dukunglah ana hani dan insya Allah ana mendukung hani dalam
binaaun Darul Arqam :)
Mohon maaf atas khilaf selama ini, baik sengaja maupun tidak sengaja..semoga
Allah senantiasa mengampuni dosa-dosa kita...dan semoga Allah meridhoi,
merahmati dan memudahkan jalan kita ..aamiin
'Rabbana hablanaa min ajwa jinaawa durriyatina qurrota'ayuni waja'alnaa lil
muttaqiinaa imaama' Qs. Al Furqan 74
'Rabbi habli minla dunka durriyatan thoyyibatan innaka samii'idduaa' Qs. Ali
Imran 38
Wallahu a'lam bi showab
Abu Salman
4 Juli 2011 M. Pkl 00.46 WIB
2 Sya'ban 1432 H
"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang
telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan
untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku
dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." Qs. AnNaml 19